Renungan

Td Jum’atan, Khotbahnya sangat menarik dan menggugah….Diawali dengan cerita Penceramah mengenai pertemuannya dengan seorang teman yang sering bolak-balik antara lombok dan australia, temannya bercerita dia mengikuti jum’atan di australia, kebetulan penceramahnya dari Timur Tengah. Peceramah itu mengatakan, “saya telah berkeliling dunia, dan tidak ada satu negara islam manapun yang menyerupai Indonesia dalam hal Hijau dan melimpah kekayaan alamnya, akan tetapi sangat disayangkan tidak diimbangi keimanan kepada Allah subhanahuwata’ala”. Terus Penceramah itu mengatakan, Jikalau suatu penduduk negeri kufur terhadap nikmat-nikmat Allah, maka akan Allah berikan pakaian kemiskinan, kelaparan dan ketakutan. Dan hal ini terjadi di INDONESIA, hampir diseluruh bumi Indonesia hijau penuh dengan kekayaan alam, akan tetapi masih banyak penduduk negeri ini yang kelaparan, kemudian diberi musibah dan bencana sehingga kita penduduk INDONESIA diliputi ketakutan.Ketika mendengar cerita Penceramah ini, rasanya langsung menusuk tepat sasaran.Kemudian dijelaskan oleh penceramah, kita ini sekarang ditegur oleh Allah subhanahuwata’ala. Memang Allah tidak memberikan hidayah secara gratis, perlu pengorbanan, perlu perjuangan. Memang dikatakan, Hidayah itu ada dimana-mana, maka berjalanlah dimuka bumi ini, maksudnya kita bisa melihat petunjuk2 Allah dengan mudah asal kita membuka hati kita ini. Kita dapat dengan mudah melihat bagaimana berita dan kabar musibah dimana-mana, contohnya banjir, apa yang dilakukan oleh sebagian penduduk negeri ini ketika musibah itu datang, sebagiannya mengadakan ruwatan, memberi sajenan kepada laut, sungai atau apapun yang dianggap sumber pangkal musibah. INNALILLAHI WAINNAILAIHI ROJIUN, musibah2 itu bukannya akan tambah hilang akan tetapi akan terus bertambah dan bertambah, karena KEKUFURAN dan KESYIRIKAN yang dilakukan oleh sebagian besar penduduk negeri ini.Diakhir khotbahnya penceramah, mengajak untuk kita membedah dan mempelajari agama islam ini serta memurnikan TAUHID kita kepada Allah. Diantara buah/hasil dari tauhid yg murni kepada Allah adalah kita mensyukuri nikmat Allah. Contoh yang paling kecil adalah Ketika hujan turun, Rasulullah mengajarkan doa ketika hujan turun yaitu:

Turunkanlah hujan yang bermanfaat (untuk manusia, tanaman dan binatang). (HR Al Bukhari dengan Fathul Bari 2/518).

Kebalikannya karena TAUHID penduduk negeri ini bercampur aduk dengan kesyirikan, sehingga banyak tidak tau ajaran islam sebenarnya, maka yang terjadi adalah HUJAN yang tidak mendatangkan manfaat malahan musibah banjir yang datang.

2 Comments

  1. Rosyidi said,

    February 25, 2008 at 9:42 pm

    Ya, memang itulah kenyataannya. Tapi herannya masyarakat Indonesia tak kunjug sadar :(

  2. farenf said,

    February 26, 2008 at 9:34 am

    Peran penting ulama, ustadz beserta pesantren2nya sangat dibutuhkan untuk menyadarkan masyarakat kita. Akan tetapi justru banyak dikalangan mereka ini yang menjadi pelopor terjadinya KESYIRIKAN. Tidak heran toh masyarakat kita mengikuti panutannya.
    Bagaimana mungkin masyarakat mengetahui kebenaran kalo para ulama dan ustadznya yang memerintahakan KESYIRIKAN. nau’dzubillahi mindzalik.


Post a Comment